Sejarah Rayon Pancasila

Rayon Pancasila yang saat ini menjadi basis pergerakan sahabat-sahabati Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik lahir dari rahim Rayon Humaniora pada 1 Oktober 2011. Pada mulanya, sahabat/i yang berada di fakultas sosial tergabung dalam satu rayon yakni Rayon Humaniora. sejalan dengan tumbuh suburnya kader PMII, sahabat/i diberbagai fakultas memunculkan inisiatif untuk mendirikan rayon sendiri-sendiri, seperti Rayon FIA. pada tahun 2008 Rayon Humaniora dipimpin oleh sahabat Didik Fathur Rohman S.AP terdapat sebuah forum-forum kecil yang sangat masif untuk digunakan berdialog dan bertukar pikiran, baik tentang akademik maupun organisasi. kondisi seperti inilah gagasan dan keinginan untuk mendirikan rayon khusus menaungi mahasiswa FISIP muncul dibenak sahabat/i PMII FISIP angkatan 2007. Namun keinginan untuk mendirikan rayon terganjal oleh kondisi yang tidak memungkinkan pada waktu itu, dimana Rayon Humaniora banyak tergantung pada sahabat-sahabat dari FISIP, utamanya dalam hal kuantitas dan kearifan anggota, sehingga tidak memungkinkan untuk melepas sahabat-sahabati dari FISIP. Kondisi demikian terus berlanjut hingga satu periode satu kepengurusan. pada tahun 2009, sahabat Aziz dari FISIP diberi amanah untuk memimpin Rayon Humaniora. Dalam kondisi ini, sahabat/i dari FISIP dituntut untuk mem-backup penuh jalannya Rayon Humaniora, sehingga semangat untuk mendirikan Rayon baru kembali terganjal dan semakin redup dibenak para sahabat dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. ditahun 2010 Rayon Humaniora kembali dipimpin oleh sahabat dari FISIP yakni sahabat Ahmad Zainul Siddiq, peningkatan anggota baru naik drastis disemua fakultas yang bernaung di Humaniora, seperti FISIP, FIB dan FIA. kenaikan tersebut mengubah wajah PMII KOBRA secara administratif, dimana pada saat momen ini sahabat/i FIA mendirikan Rayon yang khusus menaungi FIA. Kondisi demikian juga mempangurihi sahabat dari FISIP, dimana semangat mendirikan Rayon khusus mencapai titik puncaknya. selain kondisi Humaniora yang sudah kuat tanpa adanya sahabat dari FISIP, gagasan-gagasan mendirikan Rayon dalam fase ini mendapat dorongan kuat dari senior-senior FISIP, utamanya angkatan 2008, dan proses pendirian Rayon tersebut difasilitasi penuh oleh sahabat-sahabat FISIP 2008. Meskipun mendapat dorongan kuat dari berbagai senior dan fasilitas cukup memadai, pendirian Rayon untuk sahabat di FISIP tidak berjalan mulus. Karena sahabat Iden Robert Ulum yang pada saat itu menjadi ketua PMII Cabang Kota Malang pada mulanya menolak pendirian Rayon khusus mahasiswa FISIP. Pasalnya, berbagai pertimbangan yang harus dipikirkan secara matang oleh ketua Cabang, seperti kesiapan sahabat/i FISIP dalam menjalankan roda organisasi secara berkelanjutan dan pendirian Rayon baru (FIA) yang baru berdiri juga menjadi pertimbangan. Iden panggilan Iden Robert Ulum, yang berasal dari Komisariat Brawijaya menganggap kurang etis jika mendirikan dua Rayon sekaligus yang berasal dari rayon yang sama (Humaniora). Namun semangat dan tekad yang bulat untuk mendirikan Rayon ditunjukan oleh sahabat/i FISIP telah mengubah keputusan ketua Cabang untuk mendirikan Rayon sehingga pendirian Rayon disetujui olehnya dengan berbagai syarat yang harus dipenuhi. syarat-syarat tersebut diantaranya

1. Membuat rancangan AD/ART;73

2. Profil Rayon;

3. Karakter Rayon;

4. Mapaba perdana harus mendapatkan 50 anggota baru

Persyaratan tersebut dianggap lumayan berat bagi sahabat/i FISIP, pasalnya PMII pada waktu itu masih tergolong kecil dan sulit berkembang dikampus negeri umum seperti Universitas Brawijaya. Untuk memenuhi persyaratan tersebut, dibentuklah sebuah Tim Persiapan Pendirian Rayon yang beranggotakan 10 orang dari berbagai angkatan, sehingga tim tersebut dinamakan TIM SEPULUH.

Adapun nama-nama anggota tim tersebut diantaranya:

1. Abdul Aziz (2007)

2. M. Mujtabah (2007)

3. Iwan Syafrullah (2007)

4. Ahmad Zainul Siddiq (2008) 

5. Abdullah Syukri (2008)

6. Aris Fahmi (2008)

7. Farid Akbar (2008)

8. Hosnan Abrory (2008)

9. Mi'rojul Huda (2009)

10. Rendra Kurniawan (2010)

Setelah semua terlengkapi, sahabat-sahabat dari FISIP kemudian melakukan Pra RTAR yang bertempat di Rayon Teknik yang pada saat itu masih didaerah Kertoasri, Sehingga memunculkan AD/ART yang diserahkan ke Komisariat Brawijaya hingga kepengurus Cabang Malang. Selanjutnya, Rapat Tahunan Anggota Rayon luar biasa (RTAR LB) pada Tanggal 1 Oktober 2011. Tanggal inilah yang dijadikan hari lahir Rayon Pancasila.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tambahkan Komentar