Selasa, 29 Januari 2019

PUISI ALAM : AIR MATA TANAH



Inilah negeri para pemain,
Apapun dimainkan untuk kepuasan
Capaian demi capaian menjadi kegairahan
Tak ada batasan adalah kunci
Menjajal tanpa peduli kerusakan
Demi jalan yang diinginkan

Dipikir-pikir tanah itu empuk,
Iya empuk tuk jadi sasaran
Masuk didalamnya adalah tujuan
Dengan menjalankan penindasan
Timbullah korban-korban akan keserakahan
Dengan memasang raksasa mainan

Lawan lawan lawan...
Itulah jargon para korban
Dikumandangkan tiap sudut pedesaan
Air mata dan darah telah menjadi tetesan
Terjatuh ditanah yang sudah berdiri bangunan
Meski begitu tak pantang untuk meneriakkan

Rupanya bumi pertiwi ingin diubah wajahnya,
Yang dipaksakan menjadi perkotaan
Dimana-mana ada perindustrian
Limbah tak dikesampingkan
Sungai dialiri kuman-kuman
Hingga kuman menghinggapi makanan

Tentu semua ada yang berperan
Dari dalang hingga semuanya berjalan
Dan tanah dikehendaki untuk permodalan
Modal akan menentukan,
Siapa yang akan dikorbankan
Sampai diri aman dari kematian

-Faizal Gamar-

Sosiologi 2017

Penulis adalah anggota sekaligus pengurus dari PMII Rayon Pancasila, Komisariat Brawijaya.

  _________________________________________________________________________________

     Situs Resmi | Pengurus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Rayon Pancasila

Komisariat Brawijaya | Dikelola oleh Lembaga Pers Mahasiswa Gooder.id PMII Rayon Pancasila

2 komentar:

Tambahkan Komentar