Minggu, 11 Februari 2018

Ekonomi Pancasila sebagai Wujud Kemandirian Bangsa

Liberalisme sendiri berasal dari kata liber yang berarti bebas dan isme yang berarti paham. Pengertian liberalisme adalah paham yang menjunjung tinggi kebebasan individu. Liberal berkembang pertama kali di Inggris sejak runtuhnya Glorius Revolution (Monarki Absolut). Liberal sendiri tidak didasarkan pada bidang ekonomi namun juga agama, filsafat, dan kemanusiaan. Dalam bidang ekonomi liberal menganut sistem free market competition, sistem seperti ini pernah diterapkan pada masa pemerintahan orde baru yang dipimpin oleh Soeharto. 

Sistem ekonomi liberal adalah ancaman serius bagi bangsa Indonesia, namun praktiknya sering tidak diperhatikan masyarakat Indonesia, di sisi lain pemerintah terkesan mengindahkan hal tersebut. Kebebasan investor asing yang masuk ke negeri ini seakan tak ada habisnya. Pembangunan ekonomi di Indonesia banyak melibatkan pihak asing, hal itu terkesan negeri ini tidak bisa mandiri secara ekonomi. Hal ini bisa kita lihat dari banyaknya sumber daya alam yang dikelola pihak asing seperti Amerika Jepang dll. Kita boleh berbangga diri dengan kekayaan alam kita yang melimpah. Namun, yang menjadi ironi adalah apa yang kita dapat dari kekayaan nusantara jika keterlibatan pihak investor asing merugikan kita melalui perjanjian kerjasama yang berphak kepada asing.

Berdasarkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dominasi pihak swasta asing masih sangat tinggi, di sektor migas 70%, disektor tambang yaitu batu bara, bauksit, nikel dan timah 75%, tembaga dan emas sebesar 85%, sedangkan disektor perkebunan sawit sebesar 50%. Data tersebut menunjukkan bahwa peran pemerintah sangat perlu dipertanyakan? Bukankah hal tersebut juga menimbulkan kapitalisme di Indonesia karena pemilik modallah yang berkuasa. Pemerintah seolah hanya menjadi pelayan para investor asing.

Apakah pemerintah tidak berkaca kepada pemerintahan orde baru? Pada waktu itu Soeharto membiarkan investor asing masuk ke berbagai sendi kedidupan berbangsa dan bernegara, sehingga mengakibatkan tidak seimbangnya ekonomi dalam negeri. Pertanyaannya ialah, kemana landasan negara diterapkan dalam kehidupan berbangsa khususnya di bidang ekonomi ? 

Kapitalisme

Kapitalisme sangat identik dengan liberalisme, mereka tumbuh sejalan berdasarkan perjalanan dari masa ke masa. Liberalisme dan Kapitalisme merupakan dua ideologi yang sangat berpengaruh didunia meskipun begitu cakupan kapitalisme tidak selebar liberalisme, jika kapitalisme hanya menekankan kepada hak milik/taktik pasar, sedangkan liberalisme tidak hanya soal kebebasan pasar namun juga aspek lain seperti social dan politik. Salah satu tokoh kapitalisme atau bapak kapitalis adalah Adam Smith, melalui bukunya “the welth of nation” menerangkan bahwa pilar-pilar dari kapitalisme dengan konsep “laissez faire” dan prinsip “the invisible hand” ini lah yang menjadi kerangka dasar teori kapitalis yaitu tentang nilai barang dan jasa, struktur harga, yakni harga dalam area produksi, harga dalam menentukan konsumsi dan harga dalam menetukan metode ekonomi. Dalam magnum opus Das Kapital, Marx menulis tentang “cara produksi kapitalis” dengan mengunakan metode pemahaman yang sekarang dikenal sebagai Marxisme. 


Ekonomi Pancasila

Sistem ekonomi Indonesia adalah sistem ekonomi pancasila. Sistem ini dibangun atas dasar nilai-nilai luhur bangsa Indonesia yang tercermin dari ideologi kita yaitu Pancasila. Wilopo menyatakan bahwa asas dasar perekonomian nasional adalah Pasal 38 UUDS. Dalam menafsirkan Ayat 1 Pasal 38 UUDS 1945 (atau Ayat 1 Pasal 33 UUD 1945) yang berbunyi “Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan”. Dalam memaknai kata “usaha bersama”, Wilopo membandingkan kata tersebut dengan kata “usaha swasta”, ditegaskan oleh Wilopo bahwa keduanya sangat berbeda. Usaha swasta merupakan cerminan semangat liberalisme yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kehidupan bangsa Indonesia. Dalam pandangan Wilopo, ada dua unsur liberalisme yang sangat berbahaya, yaitu inisiatif swasta dan kekuatan hak milik, yang ditengarai kedua unsur tersebut menyatu dalam tubuh usaha swasta. Sedangkan usaha bersama menurut Wilopo adalah suatu jenis usaha “dalam mana semua pesertanya dengan bebas di berlakukan asas kepada semua orang sesuai dengan sifat, bakat dan kemampuannya untuk ikut serta dalam pengembangan sumber-sumber kemakmuran negarinya”. Dan terakhir “berdasarkan atas asas kekeluargaan” wilopo memaknai sebagai “landasan bagi tanggung jawab bersama yang ditujukan untuk mencapai usaha bersama yang akan menjamin kemajuan setiap peserta”. 

Sistem ekonomi pancasila sebenarnya mengandung prinsip-prinsip dasar dari ideology bangsa. Sistem ekonomi pancasila juga sangat jauh dari kata individualisme(bung Hatta membedakan antara individualisme/individualitas) dan hak milik yang sangat kental tercermin dari sistem ekonomi kapital yang disebabkan oleh ekonomi liberal. Sangat lalai  bangsa ini karena membiarkan kaum kapitalis merajalela, merasuk dalam sendi-sendi ekonomi bangsa, membiarkan kaum pemilik modal mengeruk habis semua kekayaan nusantara. Tidak ada rasa khawatir dari pemerintah atas masalah tersebut, membiarkan kaum kapitalis menjarah negeri ini, membiarkan sama saja menanam bom bunuh diri dalam bangsa ini. Entah kapan bom itu meledak ? mungkin tak akan sampai ke anak cucu kita.

Indonesia memang secara harfiah menerapkan sistem ekonomi pancasila namun dalam prakteknya pemerintah masih membiarkan kapitalisme masuk ke negeri ini akibat dari globalisasi pasar yang semakin meluas. Dampak liberalisme ini sangat mengkhawatirkan kestabilan ekonomi bangsa ini, jika terus menerus menggantungkan ekonomi bangsa ini kepada pihak swasta asing, bukan tidak mugkin peristiwa di Orde Baru akan terulang kembali. Seharusnya pemerintah menerapkan sistem ekonomi pancasila dengan sebenar-benarnya, menilik kembali idelogi bangsa yang terkandung dalam pancasila sebagai cita-cita luhur bangsa ini. Kesejahteraan masyarakat bangsa ini di pertaruhkan jika membiarkan kaum kapitalis terus berada di Negara ini dengan tidak terkontrol. Menegakkan kembali nilai-nilai ekonomi bangsa ini dengan mengedepankan kebersamaan, kekeluargaan, dan kebangsaan/nasionalisme menjadi langkah yang sangat penting bagi pemerintah untuk mengembalikan sistem ekonomi Indonesia kepada pengimplementasian dari Pancasila dan UUD 1945 untuk melindungi bangsa ini dari Kapitalisme.

Referensi
Ismail, Munawar dkk, 2014. SISTEM EKONOMI PANCASILA Tafsiran Pancasila dan UUD   1945. Jakarta: Penerbit Erlangga.

http://www.kpa.or.id/news/blog/ini-daftar-gunung-yang-diekploitasi-perusahaan-tambang-asing/ diakses pada 21 January 2018 20.30 WIB.

Ditulis oleh Alif Perdana, Ilmu Politik 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tambahkan Komentar