Minggu, 14 Januari 2018

Kacung Militan

Oleh
Alif Perdana

Ketika akal tidak lagi berakar pada iman.
Hidup bagaikan hewan kelaparan
Keadilan tak lagi dipusingkan
Walaupun perut orang jadi taruhan.

Ketika akal tidak lagi berakar pada iman.
Semua hal dipertaruhkan, demi sebuah jabatan
Manusia mendewakan harta
Sampai lupa ia akan kembali membawa apa.

Ketika akal tidak lagi berakar pada iman.
Iman hanya sebagai pilihan, ketika ia tertekan
Menapak pada sebuah batu kemanusiaan
Tangisan sudah menjadi teman keseharian

Ketika akal tidak lagi berakar pada iman.
Kekayaan dunia hanya akal akalan
Keblinger sudah menjadi santapan manusia tanpa iman
Manusia hidup hanya untuk kesenangan.

Ketika akal tidak lagi berakar pada iman.
Hati tidak pernah benar-benar digunakan
Jeritan nurani di hiraukan
Meski mendengar manusia lain berteriak keadilan.

Ketika akal tidak lagi berakar pada iman.

Kacung militan

Penulis merupakan mahasiswa Ilmu Politik Universitas Brawijaya angkatan 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tambahkan Komentar