Selasa, 13 Juni 2017

Surat untuk Asa Firda Inayah (Afi)


“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”― Pramoedya Ananta Toer-
Assalamualaikum,
Surat ini aku buat untuk kamu di Banyuwangi: Asa Firda Inayah. Akhir-akhir ini kamu menjadi sosok yang dibicarakan dari sabang sampai merauke. Kamu masih muda atau sekarang baru saja lulus dari bangku sekolah menangah atas. Tapi melihat status kamu di akun facebook yang bernama “Afi Nihaya Faradisa”, tidak sama sekali menunjukkan kamu adalah siswi sekolah menengah atas.  Aku kagum pada dirimu yang maju jauh melesat dalam berpikir, di tengah sistem pendidikan negara yang acakadut.
Kamu menulis status di facebook begitu cermat dan kritis dalam melihat realitas sosial. Saat orang dewasa gelut akibat mempertahankan kebenarannya masing-masing, kamu datang seolah-olah mencari jalan tengah dan atau air dingin yang menyejukan. Aku salut akan hal itu Afi (nama facebook). Status “warisan” yang kamu unggah di facebook tanggal 15 Mei 2017 hadir di tengah ruwetnya persoalan pilkada ibukota negara. Ya, aku akui tulisan itu cerdas. Cerdas di sini maksudnya ialah, suatu argumen positif yang mendamaikan dan bahkan menyadarkan Ummat (definisi masyarakat Islam atau Islamic society) untuk tidak saling meng(kafir)kan hanya untuk royokan kekuasaan.
Afi umur-mu baru 18 tahun, kamu sadar hal itu bukan? Perempuan lain di usia-mu itu tidak memikirkan apa yang kamu pikirkan, mereka lebih memikirkan pacaran—macak ayu (fashionable) untuk dapat pacar yang tumpakane ninja atau avanza, nonton film di bioskop dan atau drama Korea yang berkisah tentang cinta.
Serangan (bentuknya bersifat negatif) kepadamu akibat status facebook adalah bentuk ketidakadilan. Ini dikarenakan mereka yang berkomentar tidak se-usia dengan kamu, dan latar pendidikannya jauh dari kamu. Orang-orang yang kontra terhadap opini-mu, dan bahkan menyerang atau mengintimidasi secara personal itu tolol (tak usah dihiraukan), meskipun tidak bisa dipungkiri kamu pasti terganggu. Namun, di sisi lain pasti kamu ada perasaan bangga dan senang, karena status itu di like oleh banyak orang (dari kalangan akademisi pula).
Oh iya, kamu suka baca dan nulis ya Fi. Aku tahu itu saat live streaming youtube yang bertajuk seminar kebangsaan oleh FISIPOL UGM, yang kebetulan mengundang kamu sebagai pembicara pada tanggal 28 Mei 2017. Aku mencatat salah satunya kamu mengatakan bahwa, “…Saya tidak tahu kenapa interest saya adalah membaca dan menulis. Kenapa saya tertarik pada dua aktifitas yang oleh kebanyakan anak muda ditinggalkan di zaman sekarang? Mereka lebih memilih ngomongin, aduh nanti hangout dimana yaa? Waduh, pakaian saya merknya apa?” Dan juga mengatakan kalau satu minggu itu bisa menghabiskan (membaca) tiga buku, luar biasa sekali Fi. Aku saja satu minggu hanya bisa menghabiskan buku dalam hitungan halaman.
Di seminar itu juga aku tahu kamu kepengen kuliah di jurusan Psikologi, betul kan? Nah, aku me(rekomendasi)kan untuk kuliah di jurusan Psikologi Universitas Brawijaya (UB). Meskipun di UB biayanya terhitung mahal (mungkin kamu tahu itu juga). Tapi jangan khawatir, aku akan bantu kamu untuk mendapatkan beasiswa (iki ora php loh Fi). Fi, kamu juga NU kan? (aku lagi-lagi tahu itu dari live streamingyoutube seminar FISIPOL UGM) Jika kamu kuliah nanti ikut organisasi ya Fi, di kampus itu mahasiswa yang notaben-nya NU pasti ikut organisasi yang namanya Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Kalau kamu belum tahu tentang PMII browsing aja Fi. Dan jika kamu jadi kuliah di Psikologi UB mari bergabung dengan PMII Rayon Pancasila. Kenapa harus PMII Rayon Pancasila? Karena PMII Rayon Pancasila itu menaungi mahasiswa FISIP, dan jurusan yang kamu inginkan (psikologi) kalau di UB masuknya FISIP bukan fakultas sendiri atau kedokteran. Aku pasti senang jika kamu kuliah di UB dan bergabung dengan PMII Rayon Pancasila. Jika kamu tanya kenapa aku senang, jawabannya adalah karena PMII Rayon Pancasila rindu punya anggota/kader organisasi yang suka membaca dan menulis. Kalau kamu tahu ya Fi, anggota/kader PMII Rayon Pancasila itu baca buku satu saja bisa berbulan-bulan selesainya, dan bahkan nihil perihal menulis (iya nulis, tapi status galau/menye gak jelas). Maka dari itu, aku berharap pada sosok-mu untuk bergabung di PMII Rayon Pancasila.
Aku akhiri surat ini dengan penuh harap padamu Fi. Teruslah membaca dan menulis Fi. Karena membaca adalah aktifitas mencari ilmu pengetahuan yang luas, dan menulis adalah aktifitas untuk mengatualisasikan hasil bacaan. Terima kasih.
Wassalamualaikum.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tambahkan Komentar