Kamis, 28 Januari 2016

Mengungkap Gafatar (Tindakan Pemerintah dalam Memadamkan Diseminasi Gafatar)

Tidak bisa dipungkiri dan dihindarari lagi di era yang semakin modern, manusia telah banyak mendapat asupan secara pesat dalam proses mencari wawasan untuk mengembangkan ilmu  pengetahuannya. Belakangan ini masyarakat di ramaikan dengan kemunculannya aliran baru dengan nama Gafatar (Gerakan Fajar Nusantara) dengan memiliki tujuan, visi, misi yang merupakan organisasi yang mengklaim bergerak di bidang sosial dan budaya.
Gafatar (Gerakan Fajar Nusantara) memiliki tujuan :
  1. Sebagai wadah menghimpun putra-putri Nusantara dalam menyatukan pemahaman moral kemanusiaan dan kebangsaan yang inklusif, kokoh, cerdas, dan menyatu.
  2. Sebagai sarana komunikasi dan menumbuhkan persaudaraan diantara sesama putra-putri Nusantara baik di indonesia maupun di negara-negara lain di dunia
  3. Mempertahankan dan memperjuangkan cita-cita luhur bangsa yang termaktub dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.
  4. Mewujudkan dan melahirkan kader-kader pemimpin bangsa yang jujur, berani, tegas, adil, cakap, ber-integritas, bijaksana, cerdas dan sehat, dengan berlandaskan nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa.
Gafatar (Gerakan Fajar Nusantara) memiliki Visi dan Misi :
Visi : Terwujudnya tata kehidupan masyarakat, bangsa dan negara yang damai sejahtera, beradab, berkeadilan dan bermartabat di bawah naungan Tuhan Yang Maha Esa melalui penyatuan nilai-nilai luhur bangsa, peningkatan kualitas ilmu dan intelektualitas, serta pemahaman dan pengamalan nilai-nilai universal agar menjadi rahmat bagi semesta alam.
Misi : Memperkuat solidaritas, kebersamaan, persatuan, dan kesatuan khususnya antar sesama elemen bangsa Indonesia serta dunia pada umumnya. Selain itu, juga memupuk saling pengertian dan kerja sama antar sesama lembaga yang memiliki kepedulian dan perhatian terhadap upaya perdamaian dan kesejahteraan dunia.
Gafatar berdiri karena berasaskan Organisasi kemasyarakatan yang berasaskan Pancasila, Pemikiran tersebut digagas oleh sebuah tekad yang kuat dan berhasil melahirkan berdirinya Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) untuk mengubah bangsa dalam mensejahterakan rakyatnya menurut Ketua Umum Gafatar Mahful M. Tumanurung.
Bahkan menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan proses terbentuknya Gerakan Fajar Nusantara dimulai dari pertikaian antara Ahmad Mushadeq dan Panji Gumilang keduanya merupakan anggota Negara Islam Indonesia.
Tetapi telah difatwa sesat oleh MUI. Putusan tersebut dikeluarkan lantaran mengakui Ahmad Musadek sebagai nabi. “Masih belum (Fatwa untuk Gafatar), tapi ada info itu jelmaan dari Al Qiyadah Islamiah yang sesat karena mengakui Musadek sebagai nabi.
Dalam undang-Undang Dasar memberikan kebebasan dalam beragama, berbudaya, perpolitik, bahkan berorganisasi, asalkan tidak keluar konteks etikia moral dan tata aturan negara. Pemerintah secara resmi mengakui enam agama, dan beberapa larangan hukum terus berlaku terhadap beberapa jenis kegiatan keagamaan tertentu. Diharapkan untuk pemerintah dapat meredam Diseminasi Gafatar (Gerakan Fajar Nusantara) yang lagi hangat-hangatnya di masyarakat Indonesia. Karena peranan pemerintah sangatlah penting dalam mengeluarkan kebijakan untuk memutuskan bahwa aliran yang dianggap sesat yang seperti ini hanya dapat merusak moral dan etika masyarakat di Indonesia.
Undang-Undang Dasar di dirikan dengan tujuan memberikan kebebasan beragama dan menyatakan bahwa ”Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.” Tetapi pula Undang undang dasar memutuskan bahwa ”Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa”. Sila point pertama dengan berdiri diatas ideologi nasional negara ini, yaitu Pancasila, telah menyatakan keyakinan kepada satu Tuhan. Beberapa peraturan dan kebijakan menerapkan beberapa larangan pada jenis-jenis kegiatan agama tertentu, khususnya pada agama-agama yang tidak diakui dan aliran ”yang menyimpang” dari agama yang diakui. Pemerintah tidak menggunakan kewenangan konstitusionalnya untuk meninjau atau mencabut peraturan daerah yang melanggar kebebasan beragama.
Lembaga Departemen Agama menambah status resmi menjadi enam keyakinan: Islam, Katolik, Protestan, Budha, Hindu, dan Konghucu. Kelompok yang tidak diakui dapat mendaftar ke Departemen Kebudayaan dan Pariwisata hanya sebagai organisasi sosial. Meskipun kelompok-kelompok tersebut berhak untuk membangun rumah ibadah, mereka tetap mengalami kesulitan adminsitratif untuk memperoleh kartu identitas, dan dalam mendaftarkan pernikahan dan kelahiran karena dapat disimpulkan bahwa Gafatar adalah aliran yang tidak dapat di pastikan di keyakinan status Departemen Agama Indonesia.
Dapat ditarik garis lurus bahwa keputusan yang telah di ambil oleh pemerintah dalam memadamkan Gafatar (Gerakan Fajar Nusantara) di tolak mentah-mentah karena yang belakangan disorot karena diduga mengajak anggotanya melakukan eksodus tak terdaftar Organisasi masyarakat ini memang sempat mengajukan pendaftaran tapi ditolak setelah Kementerian Dalam Negeri menerima masukan dari lembaga lain seperti Badan Intelijen Negara Kepolisian dan Kementerian Agama Semua sepakat mempertimbangkan untuk tidak memberikan SKB surat keputusan bersama kata Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri Soedarmo kemarin Alasan penolakan, karena benar dianggap meleset dalam Etika, moral, dan tata aturan Negara yang telah di katakan oleh Kementerian Dalam Negeri Indonesia.

Penulis, Sigit Alfian
Kader Rayon Pancasila 2014

Editor, Yayan Hidayat
Biro Eksternal Rayon Pancasila

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tambahkan Komentar