Sabtu, 08 Agustus 2015

Menyongsong Negara Setengah Merdeka: Hari Kemerdekaan Di atas Belenggu Neoliberalisme

Tepat tanggal 17 agustus nanti indonesia akan merayakan hari yang sangat bersejarah, hari kemerdekaan indonesia. Hari dimana masyarakat indonesia dibebaskan dari benggelu penjajah dan menjadi negara yang lepas dari cengkraman imperialisme dan kolonialisme. 70 tahun kita (Indonesia) diamanatkan dan diwariskan oleh para pendiri dan para pahlawan bangsa ini untuk menjaga kedaulatan kita, menjaga kemerdekaan kita dari negara negara asing, dan menjadikan negara indonesia yang mandiri, berdikari tanpa ketergantungan dengan negara asing dan membangun indonesia dengan alam alamnya yang melimpah sehingga terciptanya masyarakat yang sejahtera. Lantas apakah kita (Indonesia) sudah menjalankan amanah tersebut dengan baik? Belum, selama ini kita masih ditunggangi oleh negara negara asing yang masih ingin menjajah indonesia dengan cara apapun meskipun bentuknya tidak lagi seperti 70 tahun yang lalu.
Di zaman sekarang, indonesia masih dijajah oleh negara negara asing yang masih ingin menguasai dan menjajah indonesia dalam bentuk apapun, entah penjajahan melalui ekonomi, sosial, budaya maupun politik yang semua itu dibantu oleh boneka boneka buatan asing. Faktanya sekarang, sebagian besar kebijakan pemerintah lebih berpihak pada asing daripada rakyatnya sendiri karena setiap kebijakan pemerintah pasti diintervensi oleh asing, entah itu amerika, china maupun bank bank internasional. Sehingga hal tersebut banyak merugikan rakyat indonesia yang mayoritas kelss menengah dan kelas bawah.
Lihat realitas sekarang, PT Freeport yang merupakan perusahaan tambang terbesar di dunia milik amerika ini sangat leluasa mengeksploitasi alam milik indonesia yang beroperasi di papua. Dari hal itu, amerika mendapat untung, indonesia mendapat buntung. Jutaan ton emas yang dikeruk oleh freeport dari perut alam indonesia menjadi milik amerika dan indonesia hanya mendapat sisa sisa ampas dari freeport. Kita yang punya alam, kita juga yang mendapat kerugian. Mereka menjajah kita dengan cara menggerogoti alam kita dengan kontrak kerja dengan indonesia yang imbasnya indonesia tidak mendapat keuntungan apapun dari Freeport, yang kita dapat hanya penderitaan yang diterima oleh rakyat indonesia terutama rakyat papua yang merupakan tuan tanah alam tersebut malah menjadi budak sendiri di negerinya. Adapun janji janji freeport yang sampai saat ini mengenai akan mensejahterakan rakyat papua melalui freeport hanyalah omong kosong. Yang ada hanya memperkerjakan mereka dengan gaji yang murah, gaji yang tidak setimpal dengan keuntungan perusahaan yang didapat dan memperlakukan mereka seakan akan seperti binatang. Masih butakah kita tentang keadaan indonesia yang seperti itu di hari kemerdekaannya. Mereka belum pernah merasakan kemerdekaan yang sejati, merdeka dari benggelu asing yang terus menjajah mereka melalui freeport yang mengeruk alam mereka secara leluasa.
Fakta lain, indonesia sekarang sudah menjadi lumbung proyek pembangunan para kapitalis dari negara negara asing yang ingin menginvestasikan sahamnya di indonesia. Dengan melihat potensi indonesia dengan sumber daya alam dan manusia yang melimpah, para investor asing berbondong bondong datang ke indonesia untuk menanamkan modalnya untuk kepentingan industri yang mengedepankan proyek pembangunan disetiap daerah. Lagi lagi indonesia dijajah oleh asing melalui investor investor yang menggelontorkan ratusan hingga milyaran rupiah untuk kepentingan industri di indonesia dan menjadikan rakyat indonesia menjadi budaknya. Tanah tanah dari rakyat kecil dialihfungsikan menjadi lahan industri. Mereka tidak punya lagi lahan untuk mencari uang, karena kebanyakan rakyat kecil menggantungkan segala kehidupannya pada alam. Ssdangkan alam kita sudah dieksploitasi dan dialihfungsikan menjadi industri. Lantas rakyat kecil mau kerja mencari uang kemana kalau semua alam kita dijajah atau dikeruk habis habisan oleh pemerintah yang menjadi boneka boneka buatan asing. Mereka hanya bisa meratapi nasib dan menunggu janji janji pemerintah yang akan mensejahterakan meraka, entah itu kapan terealisasikan. Alam alam kita dibeli demi kepentingan pribadi sehingga tidak memiliki dampak apapun pada rakyatnya, kesejahteraan pun dipertanyakan. Indonesia (Rakyat Kecil) menangis, asing tertawa diatas penderitaan rakyat indonesia.
Apakah kita masih bisa memaknai arti kata merdeka disaat keadaan indonesia saat ini dalam keadaan dijajah melalui kebijakan kebijakan pemerintah yang pro terhadap asing. Di sisi lain, perayaan tahunan ini sering dirayakan dengan acara seremonial, lomba lomba di berbagai daerah seperti balap karung, makan kerupuk, panjat pinang, dll yang membuat masyarakat sejenak melupakan permasalahan tersebut karena euforia masyarakat akan hari kemerdekaan indonesia yang menjadi hari libur nasional. Setelah itu mereka akan kembali bergelut dengan permasalahan yang sangat rumit, kehidupan yang mencekik ekonomi rakyat, berjuang bertahan hidup disaat pemerintah berpihak pada asing.
Dan pada akhirnya kita hanya merayakan hari kemerdekaan dengan harapan yang kosong, kurangnya tekad, dan dengan hati yang lugu. Bahkan perayaan tersebut dirayakan seperti halnya seorang badut yang sedang melucu di negerinya sendiri, memanjakan dan menyenangkan negara negara asing yang menjajah kita padahal kita sedang menderita dan permasalahan ekonomi, politik, sosial tak kunjung terselesaikan. Mari kita rayakan bersama sama perayaan kemerdekaan ini dengan penuh harapan besar, tekad yang bulat untuk mewujudkan indonesia yang benar benar merdeka dari penjajahan negara asing yang masih ingin menguasai indonesia. Jika semua itu terealisasikan maka bisa saja indonesia akan menjadi negara yang berdikari, mandiri, berdaulat, merdeka sepenuhnya sesuai dengan cita cita para pendiri dan pahlawan bangsa kita.
Mari kita pakai baju yang sama tanpa membawa golongan tertentu, tekad yang sama, rasa nasionalisme yang tinggi untuk mewujudkan negara indonesia yang berdikari, mandiri tanpa bergantung pada negara asing sesuai dengan amanah para pendahulu kita yang menginginkan penerus bangsa ini menjadi tuan di negeri sendiri bukan budak di negara sendiri, sehingga mewujudkan kesejahteraan, keadilan dan kemakmuran bagi seluruh rakyat indonesia. Sudah waktunya sarjan sarjana indonesia berani untuk membangun indonesia menjadi lebih baik dan maju. Jangan ada lagi penjajahan dalam bentuk apapun lagi, jaga kedaulatan kita, kemerdekaan kita, yang selama ini sudah diraih dengan darah dan jiwa raga dari para pahlawan kita.
SELAMAT MERAYAKAN ULANG TAHUN INDONESIA YANG KE 70 TAHUN. SEMOGA INDONESIA MENJADI NEGARA YANG MAJU DAN BESAR SESUAI DENGAN CITA CITA BANGSA KITA.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tambahkan Komentar