Minggu, 16 Agustus 2015

Ancaman Islam Radikal di Indonesia

islam-radikalisme
Sumber foto : http://www.fahdisjro.com Uk 640 x 380
  “Jika kita melihat dari misi gerakan islam radikalisme tersebut ini telah jelas menyalahi asaz konstitusi negara dan menyalahi pancasila sebagai landasan negara, indonesia adalah negara “Bhinneka Tunggal Ika” yang artinya walaupun berbeda-beda tetap satu jua, kita bergandengan di tengah kemajemukan masyarakat indonesia, kita bersatu dan berbaur ditengah banyaknya suku bangsa, ras dan agama yang berbeda-beda di indonesia dan kita damai ketika hidup berdampingan”
Akhir-akhir ini bangsa indonesia sedang di hantui dan risih atas hadirnya gerakan Radikalisme atau tindak kekerasan sekelompok oknum-oknum tertentu yang mengatas namakan agama, kabarnya gerakan radikalisme yang mengatas namakan agama islam ini berasal dari timur tengah. Kekuatan gerakan islam radikalisme ini tidak bisa kita pandang sebelah mata, pasal nya gerakan ini semakin gencar merekrut anggota baru nya di indonesia pun juga gerakan ini didukung oleh pendanaan yang kuat pula sehingga hal tersebut menunjang untuk mereka semakin giat menyebarkan pemahaman mereka di indonesia demi mewujudkan negara yang berbasis dan berideologi islam.
Gerakan islam radikalisme ini memiliki misi ingin menciptakan sebuah tatanan negara berbasis islam, cara mereka untuk mewujudkan nya pun di tempuh melalui berbagai macam cara dari mulai dakwah, gerakan propaganda maupun ekspansi dengan melakukan tindak kekerasan bagi agama lain sampai berperang[1]. Sementara yang kita tahu sebagai umat muslim, islam tidak pernah mengajarkan umatnya untuk membunuh dan bertindak kasar terhadap sesama manusia, islam pun juga mengajarkan umatnya untuk menghargai perbedaan yang ada. Jika kita lihat realitas yang terjadi pada gerakan islam radikalisme ini pun sudah menyalahi ajaran-ajaran islam itu, mereka beranggapan bahwa mereka memperjuangkan islam namun tetapi hal itu dipandang oleh masyarakat luas bertentangan dengan islam itu sendiri.
Gerakan ini pula mengancam kerukunan hidup berbangsa dan bernegara lewat tindakan intimidasi, kekerasan, bahkan pembunuhan yang dilakukan oleh kelompok-kelompok yang menamai diri mereka sebagai islam garis keras, sementara itu selama ini yang sama-sama kita ketahui bahwa islam adalah agama yang “Rahmatan lill Alamin” agama yang menghargai sesama manusia dan perbedaan pandangan terhadap agama karena islam adalah agama yang memanusiakan- manusia. Dan dinilai dari ajaran-ajaran islam tersebut bisa kita
ambil kesimpulan bahwa islam pun tidak pernah mengajarkan umatnya untuk melakukan tindakan kekerasan bahkan membunuh seperti yang dilakukan oleh kelompok-kelompok yang mengatas namakan islam tersebut.
Ancaman terhadap persatuan bangsa indonesia
Di era zaman sekarang yang menjadi ancaman baru bagi stabilitas di setiap negara adalah Islam radikalisme ini, jika kita pahami dari arti Radikalisme adalah pemahaman terhadap sesuatu pandangan secara ekstrim yang di barengi dengan tindakan yang membabi buta dalam mewujudkan dan memperjuangkan apa yang dipahami. Jika kita nilai gerakan islam radikalisme di indonesia khususnya memiliki misi atau tujuan untuk membuat negara berbasis islam bukan berbasis pancasila. Mereka ingin menghilangkan dan memusnahkan pancasila dan mengganti pemahaman tersebut dengan pemahaman islam radikalisme tersebut dengan menempuh dan menghalalkan segala cara untuk mewujudkan nya.
Jika kita melihat dari misi gerakan islam radikalisme tersebut ini telah jelas menyalahi asaz konstitusi negara dan menyalahi pancasila sebagai landasan negara, indonesia adalah negara “Bhinneka Tunggal Ika” yang artinya walaupun berbeda-beda tetap satu jua, kita bergandengan di tengah kemajemukan masyarakat indonesia, kita bersatu dan berbaur ditengah banyaknya suku bangsa, ras dan agama yang berbeda-beda di indonesia dan kita damai ketika hidup berdampingan. Islam di indonesia adalah islam yang menjunjung tinggi toleransi sesama umat manusia dan islam di indonesia adalah islam yang menyatu dengan kebudayaan bukan islam yang menginginkan adanya perpecahan pada masyarakatnya. [2]Mendekati momentum hari kemerdekaan indonesia ini pemerintah harus tegas untuk menumpas habis oknum-oknum yang ingin menghancurkan persatuan indonesia ini, dan bukan hanya pemerintah saja pada masyarakat juga sangat diperlukan untuk menunjang hal ini.
Mengatasi ancaman perpecahan di hari kemerdekaan Indonesia
Melihat semakin tersebar luasnya gerakan-gerakan islam radikalisme di indonesia untuk mewujudkan negara indonesia berbasis islam menggantikan pancasila sebagai landasan negara kita sebagai masyarakat harus berkomitmen menolak gerakan tersebut dan berusaha mengawal pancasila yang sudah dirumuskan oleh pendahulu kita untuk menjadi landasan berdirinya Negara indonesia demi terciptanya satu kesatuan yang utuh. Pancasila dirumuskan salah satunya guna untuk menyatukan perbedaan-perbedaan Suku, ras dan agama yang ada di indonesia oleh sebab itu selain pemerintah masyarakat juga memiliki posisi sentral untuk tetap setia mengawal pancasila dan satu kesatuan bangsa. Pun karena islam pun tidak pernah mengajarkan perpecahan oleh sebab itu jika gerakan-gerakan islam radikalisme tersebut telah salah dalam menafsirkan islam di indonesia.
Oleh sebab itu pada hari kemerdekaan ini hendaknya kita lebih meningkatkan pengawalan terhadap persatuan bangsa, dan kita percaya bahwa semua agama mengajarkan kebaikan kepada umatnya, Semua pihak harus kritis dengan apa yang terjadi di masyarakat. Penting juga untuk memiliki wawasan dan jaringan yang luas sehingga mereka tahu apa target dari gerakan-gerakan seperti itu macam bentuk kekerasan yang menggunakan kedok agama harus diperangi Pembukaan Undang-undang Dasar 1945 sudah jelas disebutkan Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Jadi kekerasan yang membawa-bawa nama agama itu harus diperangi bersama, karena di agama kita (islam) tidak pernah diajarkan untuk melakukan kekerasan.
[2] Tribunnews.com Dikutip pada 14-08 jam 13.05
Penulis adalah Mahasiswa Ilmu Politik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tambahkan Komentar